Mindset Asal Punya SIM Harus Diubah demi Keselamatan

Pam
Mindset Asal Punya SIM Harus Diubah demi Keselamatan

OFFSHORE Indonesia - Setiap orang saat mengendarai mobil sama-sama memiliki tujuan. Jika mengendarai mobil di arena balap tujuannya menang. Begitu juga saat berkendara di jalan raya memiliki tujuan menang artinya selamat,  demikian ungkapan dari pembalap nasional wanita, Alexandra Asmasoebrata ketika didaulat jadi pembicara di acara Elnusa Defensive & Responsible Driving Festival atau EDRD Festival, di Sirkuit Sentul, Bogor, Sabtu (22/02/2020).

"Goal (tujuan) di arena balapan adalah menang. Di jalan raya goalnya menang artinya selamat. Faktor di balap ada mobilnya, timnya dan takdir. Faktor itu sama juga diterapkan di jalan raya, ada mobil, lintasan jalan raya. Utamanya berkendaraan di jalan raya itu  tidak kejar setoran pasti sampai, yang utama adalah faktor keselamatannya," katanya.

Seorang pebalap untuk dapat turun di arena dan menjadi pemenang, harus melalui proses  latihan. Selain itu, ada surat-surat resmi atau sertifikat harus dilengkapi, tujuannya untuk keamanan, imbuh Alexandra. "Begitu pula untuk pengendara di jalan raya harus melengkapi surat-surat. Soal dapat Surat Ijin Mengemudi (SIM) harus diterapkan ada keikutsertaan dalam tes,  bukan sekadar dapat SIM. Mindset harus diubah demi keselamatan," ujarnya.

Alexandra juga menyebutkan sebagai pebalap yang sudah lama bukan berarti dia tidak perlu belajar lagi. Dia belajar lagi apalagi bila ada kendaraan baru. "Jadi harus terus belajar supaya keselamatan diutamakan. Begitu juga dengan lintasan dipelajari karakternya, karena kondisi lintasan bisa berubah basah atau kering. Kita tidak boleh membawa diri kita sebagai orang yang sudah berpengalaman dan tahu banyak," saran Alexandra.

Selain itu, faktor kewaspadaan juga harus diperhatikan untuk di jalan raya misalnya,  tetap konsentrasi di jalan. "Kita tidak boleh lengah. Jaga jarak dan kecepatan. Beda antara jalanan umum dan sirkuit balapan. Di jalan raya, kita bisa saja berhenti hindari tabrakan kendaraan di depan, tapi tahu-tahu dari belakang ditabrak. Jadi kemampuan kita mengemudi juga harus cakap tidak asal bisa mengemudi dan punya SIM," pungkas Alexandra.