Ditjen Migas Paparkan Capaian 2019 dan Rencana Kerja 2020

doci
Ditjen Migas Paparkan Capaian 2019 dan Rencana Kerja 2020
Djoko Siswanto dan Jajaran Pejabat Eselon

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Djoko Siswanto didampingi para pejabat Eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) dalam konferensi pers di Gedung Ibnu Sutowo, Jakarta, Selasa (14/1), menyampaikan paparan capaian kinerja tahun 2019 dan rencana kerja tahun 2020.

Apa saja capaian kinerja Ditjen Migas tahun 2019?

  1. Penandatanganan 3 wilayah kerja (WK) baru yaitu WK Anambas, Selat panjang dan West Ganal. Bonus tanda tangan sebesar US$ 37,6 juta dan komitmen pasti US$ 268,5 juta.
  2. Penandatanganan kontrak perpanjangan/alih kelola 5 blok migas. Total komitmen kerja pasti US$ 855,38 juta dan bonus tanda tangan US$ 1,04 miliar.
  3. Penerimaan migas yaitu PNBP SDA Rp 119,48 triliun, PNBP fungsional US$ 324,85 juta dan PPh migas Rp 52,08 triliun.
  4. Investasi migas mencapai US$ 12,5 miliar, terdiri dari investasi hulu migas sebesar US$ 11,5 miliar dan hilir migas US$ 1 miliar.
  5. Alokasi gas domestik mencapai 64%.
  6. Lifting migas yaitu lifting minyak 746 mopd, lifting gas bumi 1.060 mboepd dan rata-rata ICP US4 62,37 per barel.
  7. Pembangunan infrastruktur yaitu jargas sebanyak 74.496 sambungan rumah di 16 kabupaten kota, konkit nelayan sebanyak 13.305 paket di 38 kabupaten/kota dan konkit petani 1.000 paket untuk petani kecil di 4 kabupaten/kota.
  8. Implementasi formula harga BBM baru, menurunkan harga BBM umum.
  9. Mandatori B20 yang capaiannya 98,13% dengan potensial saving dari pengurangan impor solar sebesar US$ 2,62 miliar.
  10. Perizinan online yang diluncurkan 6 Agustus 2019 yang terintegrasi dengan OSS dan Ditjen Migas, menerbitkan 235 izin usaha hilir migas dan 81 izin usaha hulu migas serta 90 non izin teknik dan lingkungan migas.
  11. Realisasi anggaran sebesar 96,89% dari pagu Rp 1,12 triliun.

Sementara untuk tahun 2020, total anggaran Ditjen Migas sebesar Rp 4.115,96 miliar, di mana 92,13% digunakan untuk pembangunan infrastruktur, khususnya pembangunan jargas sebanyak 266.070 SR di 49 lokasi, pembagian konverter kit BBM ke BBG untuk nelayan dan petani sebanyak 50.000 paket, konversi mitan ke LPG 3 kg sebanyak 522.616 paket serta layanan infrastruktur dan studi KPBU 9 layanan.

Pemerintah juga akan meningkatkan pemanfaatan gas dalam negeri lebih dari 64% dan diharapkan industri dalam negeri yang memperoleh harga gas yang sesuai, dapat lebih efisien seperti industri di negara-negara lain yang membeli gas dari Indonesia.

Rencana lainnya adalah lifting migas 755 mbopd dan lifting gas bumi 1.191 mboepd.

Mandatori B30 yang mulai dilaksanakan 1 Januari 2020, rencananya akan dilakukan pencampuran FAME 9,59 juta KL dan potensial saving US$ 4,56 miliar.

Untuk hulu migas, Pemerintah juga akan menawarkan 12 WK migas, terdiri dari 10 WK migas konvensional dan 2 WK migas non konvensional.

#ditjen   #migas   #2019   #2020