Mahasiswa DTK-FTUI Beri Pelatihan Pembuatan Sabun Batang dan Teknik Pemasaran

Dodi
Mahasiswa DTK-FTUI Beri Pelatihan Pembuatan Sabun Batang dan Teknik Pemasaran
Foto: istimewa

Offshore Indonesia - Mahasiswa Departemen Teknik Kimia Universitas Indonesia melaksanakan program Pengabdian Masyarakat yang didanai oleh Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) UI Tahun 2022.

Kegiatan para mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Teknik Kimia (IMTK) dan Society for Biological Engineering (SBE) UI ini bekerjasama dengan Kelurahan Beji Timur khususnya dengan pengurus RT 02 RW 01 dan berkolaborasi dengan Mahasiswa Kimia MIPA UI dan Yayasan Bina Pemuda Nusantara (Biman) untuk memberikan pelatihan dan edukasi kepada warga kelurahan Beji Timur terkait proses pembuatan, serta teknik pemasaran sabun batang yang berbahan dasar minyak.

Kegiatan pengabdian masyarakat yang dihadiri oleh 20 orang peserta dari sekitaran wilayah RT 02 RW 01 Kelurahan Beji Timur ini dibuka. Acara dibuka dengan mengajak seluruh yang hadir untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian penyampaian sambutan dari Dr. Bambang Heru Susanto, S.T., M.T selaku Ketua Departemen Teknik Kimia Universitas Indonesia dan Sekretaris Kelurahan Beji Timur Ahmad Subana, SM beserta Deasy Martini, SKM sebagai Kepala Seksi Kemasyarakatan dan Pelayanan yang mewakili Lurah Beji Timur.

Dalam sambutannya, Dr. Bambang Heru Susanto, S.T., M.T menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah sarana untuk mendukung aktivitas kegiatan kemahasiswaan untuk dapat lebih dekat berinteraksi dengan masyarakat serta berkolaborasi dengan penggiat kemasyarakatan yang telah banyak berkiprah seperti Yayasan Biman. 

Dengan kegiatan ini diharapkan para peserta bisa mendapatkan wawasan dan pengetahuan terkait penggunaan bahan-bahan yang tersedia dan mudah didapat untuk dimanfaatkan dalam pembuatan sabun batang secara mandiri yang selain dapat digunakan untuk keperluan pribadi dan keluarga dalam menjaga kebersihan, namun memungkinkan juga untuk dipasarkan sehingga dapat menambah pendapatan keluarga.

Sedangkan Deasy Martini, SKM dalam sambutanya menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yang diadakan oleh Mahasiswa Departemen 

Teknik Kimia FTUI dan berharap kegiatan seperti ini akan lebih meningkatkan perhatian dan kerjasama antara pihak Pemerintah Kota Depok dan UI di masa mendatang dengan program´┐żprogram yang berkelanjutan.

Sebelum pemaparan materi terkait sabun batang, peserta diminta untuk mengisi pre-test terlebih dahulu demi mengetahui tingkat pengetahuan mereka tentang sabun batang. Dari hasil pre-test yang dilaksanakan tersebut diperoleh hasil tingkat pengetahuan tentang sabun batang dan peluang bisnisnya sebesar 73%. Ini artinya peserta sudah cukup baik memahami terkait informasi dan karakterisasi dari sabun batang.

Pemaparan materi terkait pembuatan sambutan disampaikan oleh Muhammad Farizan, Mahasiswa dari Departemen Teknik Kimia Universitas Indonesia Kelas Khusus Internasional. 

Farizan menyampaikan paparan materi terkait definisi, penggunaan, jenis-jenis, bahan dan kegunaan, hingga proses dari pembuatan sabun batang. Dalam penjelasanya, Farizan mendeskripsikan bahwa sabun batang merupakan salah satu komoditi yang terpenting di kehidupan sehari-hari.

“Beberapa kelebihan dapat ditemui pada sabun batang dibandingkan dengan sabun cair, diantaranya adalah sabun batang lebih ramah lingkungan dikarenakan berbahan dasar minyak nabati, mengandung lebih banyak pelembab, dapat dikreasikan menjadi berbagai bentuk atau penambahan zat aktif, serta lebih mudah diproduksi dalam skala rumahan,” ujar Farizan.

Sedangkan untuk proses pembentukan sabun batang sendiri berasal dari reaksi saponifikasi atau penyabunan, dimana komposisi trigliserida yang ada dalam minyak yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan dicampur dengan soda api (NaOH) untuk bereaksi menghasilkan sabun dan gliserol.

Formula untuk produksi sabun batang dalam pelatihan ini adalah minyak nabati (sawit, kelapa, zaitun) 250 gram, soda api 37 gram, pewangi serai 5 ml, air 95 gram, pewarna putih 1 gram, serta pewarna tambahan 1 gram.  

Selain aspek teknis pembuatan sabun batang, juga disampaikan pengetahuan dasar terkait aspek keamanan dalam proses pembuatan sabun batang. Pemakaian sarung tangan latex atau karet dan masker merupakan yang paling pertama perlu dilakukan. Kemudian jika terkena cipratan dari larutan soda api (NaOH) agar segera dibilas dengan air mengalir selama 10-15 menit. Jika soda api (NaOH) tidak sengaja terhirup, disarankan untuk segera ke ruangan terbuka untuk menghirup udara segar.

Praktek dan demonstrasi pembuatan sabun batang disampaikan oleh Zahra dari Departemen Kimia FMIPA UI. Proses praktek dimulai dengan menyiapkan bahan-bahan yang terdiri dari campuran pertama yaitu larutan soda api (NaOH), campuran kedua yang terdiri dari minyak sawit, minyak kelapa, dan minyak zaitun dan campuran ketiga yang terdiri dari minyak dan pewarna. Setelah dilakukan preparasi bahan, tahap selanjutnya adalah melakukan proses penyabunan. Campuran pertama berupa larutan soda api (NaOH) dicampurkan ke dalam campuran kedua dan diaduk menggunakan hand blender dengan kecepatan sedang hingga mencapai kondisi trace atau tercampur sempurna. 

Setelah proses penyabunan selesai maka ditambahkan zat aditif pada campuran sabun. Pewarna putih (campuran ketiga) terlebih dahulu dicampurkan ke dalam campuran sabun dan diaduk untuk mengubah warna dasar kekuningan menjadi putih. Selanjutnya, pewangi sereh dimasukkan untuk memperkuat aroma khas pada sabun. Pewarna tambahan juga dapat menjadi opsi untuk dicampurkan ke dalam campuran sabun.

Campuran sabun yang sudah ditambah zat aditif dituang dalam cetakan sabun kemudian didiamkan hingga mengeras selama 3-7 hari. Ketika sudah mengeras, sabun dapat dikeluarkan dari cetakan dan dapat digunakan.

Selain memperoleh wawasan dan pelatihan pembuatan sabun batang secara langsung, peserta juga mendapatkan materi mengenai optimalisasi pemasaran sabun batang. 

Materi disampaikan oleh Ary Maulana S. Sos. dari Yayasan Biman, dimana dijelaskan akan pentingnya melakukan usaha pembuatan dan pemasaran sabun batang mulai dari rumah, cara memulainya, alat strategis, dan peluang bisnis komunitas pada produk sabun batang ini.

Ary Maulana juga menambahkan beberapa kiat-kiat dan kaidah memulai bisnis, seperti bagaimana melakukan riset pada produk yang ingin dijual melalui tahap pertama yaitu menentukan jenis usaha, caranya menempatkan diri pebisnis sebagai produsen dan konsumen.  Lalu, melakukan riset terkait keunggulan dan keunikan produk, dan melihat anggaran dan strategi promosi pada saat memulai berbisnis sabun batang.

Sebelum acara ditutup, peserta diminta kembali mengisi post-test yang telah disediakan panitia untuk mengukur sejauh mana ilmu yang disampaikan dapat dipahami.

 Dari hasil post-test yang dilakukan didapatkan adanya peningkatan pemahaman terkait sabun batang dan peluang bisnisnya menjadi 82% yang semula sebesar 73% saat pre-test. Kegiatan pengmas hari ini diakhiri dengan sesi foto bersama, pembagian doorprize kepada penanya aktif dan souvenir. Warga Kelurahan Beji Timur sangat antusias mengikuti pelatihan yang berlangsung selama empat jam tersebut.

Antusiasme dan kepuasan warga Kelurahan Beji Timur terlihat dari evaluasi yang mereka isi dimana 95% dari peserta merasa sangat puas dengan pelatihan pembuatan sabun batang yang diadakan oleh Departemen Teknik Kimia Universitas Indonesia.

#Ikatan   #Mahasiswa   #Teknik   #Kimia   #(IMTK)   #Society   #for   #Biological   #Engineering   #(SBE)   #UI