Elnusa Teken Kerja Sama dengan TGS

Doci
Elnusa Teken Kerja Sama dengan TGS
Kerja Sama Elnusa

OFFSHORE Indonesia – PT Elnusa Tbk (Elnusa), perusahaan nasional penyedia jasa energi, jajaki kolaborasi dengan berbagai perusahaan untuk memperkuat kompetensi jasa maupun memperluas pangsa pasar yang dimiliki.

Kali ini, Elnusa melakukan kerja sama dengan TGS  - NOPEC Geophysical Company (TGS), perusahaan asal Norwegia yang bergerak dalam penyediaan data geosains seluruh dunia. Kerja sama ini merupakan salah satu dari beberapa penjajakan peluang usaha baru yang diinisiasi Elnusa dan ditanda tangani pada perayaan ulang tahun Elnusa, 9 September 2019 lalu.
 
Direktur Operasi Elnusa, Arief Riyanto mengemukakan bahwa, “Tujuan kolaborasi ini adalah untuk menggabungkan sumber daya masing-masing sehingga lebih memperbesar peluang dalam meraih proyek multiklien baik di wilayah nasional, regional maupun internasional.

Skema multiklien ini merupakan salah satu solusi yang kami tawarkan untuk menggeliatkan aktivitas eksplorasi hulu migas tanah air. Utamanya pada wilayah kerja gross split dan area-area lepas pantai yang belum dieksplorasi.”

Saat ini, Elnusa merupakan perusahaan jasa energi dengan kompetensi, teknologi serta pengalaman terbaik yang ada di Indonesia. Elnusa telah melakukan berbagai jasa survei seismik sejak 1972 dan telah menorehkan diri sebagai perusahaan jasa dengan luas cakupan area terluas di Indonesia, meliputi darat, zona transisi, maupun laut.

Kompetensi jasa survei seismik Elnusa telah diakui di luar negeri. Salah satunya adalah survei seismik laut di Semenanjung Indocina untuk SOCO Exploration (Vietnam) Ltd. Sedangkan TGS merupakan perusahaan penyedia data studi awal dan memiliki jejaring eksplorasi multiklien yang potensial.

Arief menambahkan, “Kerja sama ini merupakan bentuk kepercayaan masing-masing pihak untuk memperluas pangsa pasarnya. Elnusa dipercaya sebagai perusahaan penyedia jasa survei seismik yang kompeten dalam bidangnya. Sementara TGS berperan dalam melakukan kajian atau studi awal untuk prospektif area di wilayah terbuka.”

Melalui skema ini, KKKS tidak perlu mengeluarkan biaya survei seismik sepenuhnya. Melainkan dapat diperoleh secara patungan dengan KKKS lainnya dengan mendapatkan lisensi pemanfaatan data hasil survei yang telah terlaksana.

“Tentunya hal ini lebih menguntungkan untuk berbagai pihak. Kami berharap bahwa upaya ini menarik bagi KKKS, serta mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Indonesia”, tutup Arief.